Prinsip Pemberian Makan pada Balita -  Salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh para orangtua terkait masalah anak adalah ketika si...
Bahaya Guncangan Pada Bayi - Shaken Baby Syndrome

Bahaya Guncangan Pada Bayi - Shaken Baby Syndrome

Bahaya Guncangan Pada Bayi - Shaken Baby Syndrome - Bagi para orang tua yang memiliki bayi atau balita, berhati-hatilah ketika mengguncangkan bayi Anda. Jika Anda adalah orang tua yang suka atau sering bermain pesawat terbang dengan bayi anda dengan cara melemparkan bayi anda ke udara lalu menangkapnya dan si bayi tertawa, maka hentikanlah segera kebiasaan tersebut.

Guncangan atau getaran yang terlalu kuat pada tubuh bayi atau balita merupakan pemicu terjadinya satu jenis penyakit yang sangat berbahaya pada bayi, dalam ilmu kedokteran penyakit ini disebut "Shaken Baby Syndrome". Guncangan keras selama lima detik saja sudah cukup untuk merusak fungsi-fungsi otak.

Bahaya Guncangan Pada Bayi

Shaken Baby Syndrome (SBS) berakibat fatal karena dapat meyebabkan kerusakan otak serta pendarahan di dalam otak dan pada permukaan otak. Masalah serius akan timbul pada otak sang bayi, dan dapat mengakibatkan masalah yang berlangsung permanen, seperti : kerusakan otak, cerebral palsy, kebutaan, epilepsi, kesulitan berbicara, kesulitan belajar, kesulitan koordinasi, serangan jantung, dan keterbelakangan mental.

Gejala umum yang sering terjadi ketika bayi mengalami SBS adalah :

  • Lesu
  • Penurunan nafsu makan, atau muntah tanpa sebab yang jelas
  • Memar di lengan atau dada yang tidak biasa
  • Bayi tidak tersenyum atau bersuara
  • Tidak mau menghisap atau menelan
  • Sulit bernafas
  • Kejang
  • Kepala atau dahi tampak lebih besar dari biasanya
  • Tidak mampu mengangkat kepala
  • Mata tidak fokus atau tidak dapat mengikuti gerakan

Bagaimana Mencegah Bayi Terkena SBS?

Perlakukan bayi anda dengan lembut dan hati-hati. Jangan pernah mengguncang bayi di bawah umur 3 tahun, dengan alasan apapun juga. Saat anda menggendong bayi anda, jangan lupa untuk selalu menyangga kepala bayi dengan tangan. Beritahukan pentingnya melindungi kepala bayi pada Baby Sitter atau pengasuh bayi anda. Pastikan semua orang yang dekat dan sering menggendong bayi anda tahu benar bahayanya seorang bayi jika diguncang-guncang atau digoyang.

Jika dengan sengaja/tidak sengaja, anda mengguncang-guncang bayi anda, segera bawa bayi Anda ke dokter untuk diperiksakan. Pendarahan di dalam otak hanya dapat diobati jika anda segera memberitahukan kepada dokter bahwa anda baru saja mengguncang bayi anda. Cara ini akan menyelamatkan.

Resiko terbesar SBS terjadi pada bayi dibawah satu tahun, tapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi di usia yang lebih besar. Yang harus diwaspadai adalah guncangan-guncangan ini dapat terjadi justru ketika kita asyik bermain dengan sang bayi.

Hindari permainan dan aktivitas yang dapat memicu terjadinya SBS, antara lain:

  • Melempar bayi ke udara.
  • Lari-lari sambil membawa bayi di punggung atau di kepala.
  • Kuda-kudaan (bayi naik ke punggung, naik ke kaki dan digoyang-goyang).
  • Memutar bayi.

Selalu ingatkan orang-orang di sekitar anda mengenai bahaya guncangan pada bayi seperti saudara, pengasuh, kakek atau nenek, untuk tidak mengguncang bayi.
Read more »
7 Tips Ampuh Atasi Sembelit Pada Ibu Hamil

7 Tips Ampuh Atasi Sembelit Pada Ibu Hamil

7 Tips Ampuh Atasi Sembelit Pada Ibu Hamil

7 Tips Ampuh Atasi Sembelit Pada Ibu Hamil - Tahukah Anda bahwa seorang wanita yang tengah hamil mengalami pembesaran perut hingga 500 kali lipat? Itu membuktikan bahwa perjuangan seorang Bumil (ibu hamil) sangatlah berat, belum lagi berbagai masalah yang mewarnai kehamilan. Entah itu yang berhubungan dengan fisik maupun mentalnya. Dan diantara sekian keluhan Ibu hamil, salah satu masalah yang termasuk paling menyiksa adalah keluhan sembelit atau susah buang air besar.

Bayangkan, sudah perut buncit yang terasa berat dan keluhan rasa sakit pada pinggang, ditambah sembelit yang membuat perut Bumil makin sesak dan begah. Tentunya keadaan ini bukan saja menyiksa Ibunya, bahkan si cabang bayi dalam perut pun ikut merasakan dampak buruknya.

Penyebab Sembelit Pada Ibu Hamil

Penyebab sembelit sering kali menyerang Ibu hamil, kebanyak karena tingginya kadar hormon progesteron di dalam sistem peredaran darah yang mengakibatkan otot polos di usus besar menjadi relaks. Sehingga kerja usus besar menjadi lamban lalu makanan akan bermukim lebih lama. Penyebab lainnya, yakni rahim ibu hamil membesar dan menekan usus sehingga menghambat kinerja usus, yang kemudian akhirnya terjadi konstipasi atau keluhan sembelit.

7 Tips Mencegah Dan Mengatasi Sembelit Pada Ibu Hamil

1. Jangan Tahan BAB

Hindari menahan buang air besar, hal itu mengakibatkan tinja mengeras dan sakit saat buang air besar selanjutnya. Selain itu hal ini bisa memicu wasir.

2. Konsumsi Buah dan Sayur Tinggi Serat

Memperharikan gizi dan makanan yang Anda konsumsi, akan baik bagi tumbuh kembang janin serta kesehatan ibu hamil. Buah dan sayur tinggi serat seperti bayam, pepaya, dan lain sebagainya bagus untuk mencegah dan mengatasi sembelit.

3. Perbanyak Minum

Tubuh ibu hamil akan lebih banyak menyerap cairan, sehingga seringkali ibu hamil mengalami dehidrasi apabila kekurangan cairan. Untuk itu dianjurkan bagi ibu hamil minum air putih minimal 8 gelas sehari, selain baik bagi kesehatan ibu dan bayi. Efek air putih berguna untuk melunakkan tinja sehingga ibu hamil tidak mengalami sembelit.

4. Olahraga Teratur

Tidak cuma bagus bagi kesehatan, olahraga ternyata bisa membantu meringankan sembelit. Tapi jangan melakukan olahraga berat, Andacukup melakukan olahraga ringan sepertijalan, senam, dan berenang.

5. Batasi Zat Besi

Seringkali ibu hamil mengalami anemia sehingga dokter meresepkan zat besi tambahan. Nah, jika kebutuhan zat besi tersebut telah terpenuhi, maka ibu hamil sebaiknya membatasi konsumsi zat besi karena zat besi yang bersifat mengikat ini bisa membuat Anda sembelit.

6. Hindari Obat Pencahar

Biasanya saat sembelit, orang akan menggunakan obat pencarah sebagai solusi cepat untuk mengatasi sembelit. Akan tetapi, pada ibu hamil sebaiknya tidak sembarangan mengkonsumsi obat pencahar. Konsultasikan pada dokter, dan lebih baik lagi jika Anda mengkonsumsi buah pepaya atau kiwi sebagai pengganti obat pencahar yang alami tanpa efek samping.

7. Minumlah Probiotik

Probiotik atau bakteri baik mampu merangsang bakteri di dalam usus untuk menguraikan sisa-sisa makanan dengan lebih baik dan membantu melancarkan buang air besar.

Untuk memaksimalkan penyembuhan sembelit pada Bumil, selain dengan melakukan tips di atas, sebaiknya dibarengi dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang bisa mempercepat penyembuhan keluhan ini.

Bahan Alami Untuk Menyembuhkan Keluhan Sembelit Pada Ibu Hamil
  • Mengkonsumsi Buah Pepaya : Dalam buah pepaya terkandung vitamin C dan serat yang cukup tinggi. Dan ternyata hal ini bisa bermanfaat untuk mengatasi sembelit, terutama sembelit pada Bumil atau Ibu hamil. Jadi, sebaiknya gunakan buah pepaya sebagai hidangan pencuci mulut setelah selesai makan.
  • Buah Kismis : Buah kismis juga juga merupakan salah satu buah yang juga dipercaya mengobati keluhan sembelit. Terlebih pada Ibu hamil. Itu karena, dalam buah ini juga terkandung serat yang sangat tinggi. Disarankan Sebelum mengonsumsi buah ini, sebaiknya direndam dulu. Baru kemudian di konsumsi setiap pagi.
  • Buah Strawberry : Selain kedua buah di atas, berikutnya yang juga di yakini bisa membantu penyembuhan sembelit adalah buah strawberry. Buah ini juga merupakan salah satu jenis buah dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi.
  • Mengkonsumsi Temulawak : Sudah dari zaman nenek moyang dulu, temulawak dipercaya untuk mengatasi keluhan sembelit. Cara membuatnya cukup mudah, pertama-tama siapkan temulawak yang masih muda, kemudian bersihkan dengan air hingga bersih. Kemudian rebus dengan air hingga mendidih. Tunggu sampai agak dingin dan minum rebusan tersebut. Lakukan pengobatan ini 2 hingga 3 kali saja setiap harinya, atau sampai keluhan reda.
Itulah beberap tips mengatasi dan mencegah sembelit pada ibu hamil. Yang tak kalah penting, hindari penyebab sembelit seperti makanan yang mengikat seperti telor, pisang dan lain sebagainya. Lawan dengan makanan tinggi serat seperti buah dan sayur. Selamat mencoba dan semoga cepat sembuh.
Read more »
Kenali Gejala Gatal Pada Bayi dan Cara Mengobatinya

Kenali Gejala Gatal Pada Bayi dan Cara Mengobatinya

Gatal pada bayi jangan dianggap remeh, kenali gejalanya dan cara menangani atau mengobati yang benar, Sering kita dapati pada buah hati kita muncul bintik serta bentol di kulit badannya. Bintik dan bentol tersebut tentunya bikin buah hati merasa tidak nyaman apalagi kulit bayi sangat sensitif serta rentan terhadap iritasi.

Gejala Gatal Pada Bayi dan Cara Mengobatinya

Penyebab Umum Gatal- Gatal Pada Kulit Bayi


Adapun beberapa penyebab gatal kulit pada bayi antara lain karena biang keringat,iritasi dari sabun, biduran,exim,kulit yang terlalu kering,alergi terhadap makanan,gigitan serangga,atau juga bisa terinfeksi dari jamur,bakteri,parasit ataupun virus.

Gejala gatal pada bayi, sementara itu untuk tindakan pengobatan pertama pada bayi bisa dengan di kasih bedak gatal. Dan tentunya, jangan lupa pastikan bedak gatal tersebut memang khusus dan di rekomendasikan untuk kulit bayi Anda yang sensitif. Selain itu kita sebagai orangtua harus selalu tanggap dan tidak boleh menyepelekan perubahan keadaan sekecil apapun.

Mencari penyebab yang mendasari gatalnya adalah sangat penting, dan sangat bijak. Mungkin pengobatan rumah adalah yang terbaik apabila dari analisa yang kita temukan penyebabnya cuma di gigit serangga atau cuma karena biang keringat.

Tapi untuk gatal yang disertai dengan gejala lain yang tidak ditemukan penyebab yang jelas maka itu perlu di waspadai dan sebaiknya jangan ditunda untuk membawanya segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Berikut ini adalah langkah-langkah terbaik yang bisa bapak ibu lakukan untuk mengobati gatal-gatal pada buah hati anda.

  • 1. Mandikan bayi Anda menggunakan air dingin dan gunakan sabun yang lembut dan mengandung pelembab agar kulit tidak menjadi kering. Jangan gunakan sembarang sabun atau sampo karena bisa menyebabkan gatal menjadi lebih parah. Kalau bisa hidari juga mandi dengan air hangat karena bisa menyebabkan kulit kering yang tentunya bisa memicu gatal bertambah parah.
  • 2. Setelah mandi untuk membersihkan sisa air yang menempel di badan gunakan kain halus dan tepuk-tepukkan pelan-pelan. Jangan menggosok kulit bayi dengan handuk karena itu dapat meningkatkan iritasi dan kekeringan sehingga menyebabkan rasa gatal di kulit
  • 3. Pakailah lotion pelembab ke kulit bayi sesegera mungkin setelah kulitnya sebagian besar kering dari sisa air mandi .Bila di perlukan oleskan salep khusus untuk menghilangkan gatal (banyak dijual di apotek)
  • 4. Pakaikan bayi anda pakaian yang terbuat dari jenis kain yang bisa menyerap keringat ,kain yang ringan, halus dan bisa memberi efek dingin di kulit,seperti katun atau sutra. Hindari penggunaan kain wol atau kain yang menyebabkan gatal lainnya.
  • 5. Menjaga kulit bayi agar tetap dingin dan untuk menghindari perubahan suhu yang cepat siapkan kompres dingin atau atau waslap basah kompreskan ke bagian kulit yang gatal.
  • 6. Usahakan untuk memotong kuku bayi anda untuk mencegah iritasi dan kerusakan kulit apabila bayi anda menggaruk di bagian kulit yang gatal
  • 7. Untuk pertolongan lebih lanjut bisa juga anda berikan bayi obat antihistamin over-the-counter oral. Obat-obat jenis ini dapat membantu meredakan peradangan gatal serta gejala lain yang berasal dari reaksi alergi ringan.
  • 8. Mengoleskan krim hidrokortison pada kulit yang gatalnya agak parah ,dan untuk gatal yang di sebabkan jamur bisa juga gunakan salep mikonazole.
  • 9. Selalu jaga kebersihan pada kulit bayi,ganti lah pakaiannya sehari dua kali atau bisa langsung di ganti saat kulitnya mulai berkeringat.

Jika dalam beberapa hari setelah mendapa perawatan di atas dan ternyata gatal pada buah hati anda tidak kunjung sembuh atau semakin parah, sebaiknya langsung bawa ke dokter.

Berikan penjelasan ke dokter secara rinci apa yang terjadi serta ceritakan juga langkah-langkah pengobatan yang telah anda lakukan yang ternyata belum berhasil tersebut. Keterangan itu sangat penting karena dari situ dokter bisa melakukan analisa lebih mendalam dan dapat mengambil tindakan yang tepat untuk buah hati anda.

Demikian bapak ibu tips-tips yang bisa kami berikan,harapannya bila mungkin hal ini sedang terjadi pada anak anda maka anda sudah punya gambaran untuk melakukan langkah-langkah yang tepat untuk sibuah hati anda. Terimakasih dan semoga bermanfaat.
Read more »
Tahap Perkembangan Anak pada 3 Tahun Pertama

Tahap Perkembangan Anak pada 3 Tahun Pertama

Tahap Perkembangan Anak pada 3 Tahun Pertama

Perkembangan dasar anak yaitu regulasi makan, tidur, dan emosional terjadi selama 3 tahun awal kehidupannya. Tahap perkembangan anak ini sangat penting untuk diketahui orang tua agar dapat membangun interaksi dengan anak, sekaligus memberikan asuhan yang tepat kepada anak tersebut. Setiap tahapan-tahapan perkembangan tersebut terjadi pada usia yang berbeda-beda dan membutuhkan strategi pengasuhan yang berbeda pula.

Pada awal usianya, yaitu usia nol hingga dua bulan, regulasi pada tubuh anak akan mulai mengatur ritme bangun dan tidurnya. Tidak heran di usia ini ada bayi yang tidak dapat tidur di malam hari. Hal itu terjadi karena tubuh bayi masih perlu beradaptasi untuk menemukan waktu tidurnya. Di usia ini, bayi akan berkomunikasi dengan cara menangis. Bayi akan menangis ketika merasakan lapar, sakit, nyeri, takut, atau kelelahan. Pengasuh harus belajar mengenali dan membedakan berbagai macam jenis tangisan bayi. Hal ini penting agar bayi nantinya tidak mengalami tangis yang berlebihan karena penanganan yang tidak sesuai dengan maksud tangisan bayi. Berdasarkan penelitian, bayi yang menangis berlebihan akan lebih mudah mengalami gangguan makan dan tidur dibandingkan yang tidak menangis berlebihan.

Tahap perkembangan anak yang kedua adalah tahap timbal balik dinamis, yang terjadi pada usia 2-6 bulan. Pada tahap ini, anak akan belajar untuk berinteraksi dengan pengasuhnya melalui tatapan mata, mengulang vokalisasi perkataan seseorang, dan juga menunjukkan expresinya dengan sentuhan. Jalinan hubungan antara bayi dan pengasuh sangat penting pada masa-masa ini. Tanpa adanya kedekatan hubungan antara bayi dan pengasuh, maka akan terjadi masalah kesulitan makan pada anak nantinya.

Tahap perkembangan anak lainnya adalah masa peralihan kemandirian makan dan pengaturan emosi. Tahapan ini terjadi pada usia 6 bulan hingga 3 tahun. Pada masa ini, anak akan mulai belajar untuk makan sendiri, serta belajar mengekspresikan rasa kenyang dan lapar dengan emosinya. Pada tahap ini, orang tua jangan memaksa anak untuk makan. Tawarkan makanan ketika anak merasa lapar, dan ketika anak sudah kenyang, jangan paksa anak menghabiskan makanannya.
Read more »
Tips dan Panduan Pemberian Makan Pada Bayi

Tips dan Panduan Pemberian Makan Pada Bayi

Tips dan Panduan Pemberian Makan Pada Bayi

Tips dan Panduan Pemberian Makan Pada Bayi - Kesulitan makan pada anak merupakan masalah yang sangat banyak ditemui dimanapun. Kesulitan ini bisa saja terjadi akibat pola asuh yang salah maupun kesalahan perlakuan ketika anak sedang belajar makan. Tips dan panduan pemberian makan pada bayi penting untuk diketahui sebagai panduan bagi orang tua maupun pengasuh untuk mengajari anak mengenali berbagai jenis makanan, sehingga nantinya anak tidak akan mengalami masalah kesulitan makan. Bayi sebaiknya mulai belajar makan makanan selain ASI pada usia 6 bulan. Pada usia ini, ASI sudah tidak cukup lagi memenuhi kebutuhan anak, sehingga anak butuh asupan tambahan dari makanan padat untuk memenuhi kebutuhannya.

Pemberian makanan pertama pada anak sebaiknya dimulai dengan memberikan makanan cair dulu seperti jus buah yang tidak asam, jus sayur dan bubur susu, semuanya diberikan tanpa penambahan gula. Makanan tersebut diberikan dengan frekuensi 2-3 kali per hari, sedangkan selebihnya diberikan ASI. Makanan cair ini diberikan hingga usia bayi mencapai 8 bulan.

Ketika bayi sudah mencapai usia 8 bulan, pemberian makan pada bayi diberikan dengan konsistensi makanan yang lebih padat, seperti misalnya nasi, sayur, daging, hati dan bahan-bahan lainnya yang dimasak tanpa bumbu, kemudian dihaluskan dan disaring. Makanan jenis ini dikonsumsi sekitar 3-4 kali per hari hingga usia bayi mencapai 11 bulan. Disamping itu, ASI tetap diberikan apabila anak merasa lapar.

Apabila anak tidak mau makan atau hanya memainkan makanannya, jangan menganggap bahwa anak tersebut tidak menyukai makanannya. Ulang pemberian bahan makanan yang sama hingga 5 kali untuk sebelum anda memutuskan apakah anak anda menyukai bahan makanan tersebut atau tidak. Dalam satu sajian menu, usahakan jangan menghidangkan makanan yang terdiri lebih dari tiga jenis bahan makanan. Hal ini berguna untuk membantu anak mengenali dan mengingat berbagai jenis dan rasa bahan makanan yang dimakannya. Respon anak seperti menyentuh, mencium, memasukkan dan mengeluarkan makanannya dari dalam mulut adalah respon yang wajar. Biarkan anak melakukan hal tersebut, karena respon tersebut merupakan upaya anak untuk mengingat dan mengenali rasa makanannya.
Read more »
Home