Tuesday, July 25, 2017

Merangsang Puting Adalah Cara Untuk Memperlancar Persalinan

Merangsang Puting Adalah Cara Untuk Memperlancar Persalinan

Merangsang Puting Adalah Cara Untuk Memperlancar Persalinan - Tanggal prediksi yang diberikan dokter kandungan anda sudah terlewat, namun buah hati masih juga kerasan dalam hangatnya rahim? Keterlambatan kelahiran memang beresiko menimbulkan beberapa masalah, baik pada sang ibu maupun bayi. Berbagai hal bisa menimbulkan masalah ini, termasuk kekentalan air ketuban yang sudah melebihi ambang batas, kadar oksigen dalam rahim dan lain sebagainya.

Namun, dalam menghadapi masalah keterlambatan kelahiran atau persalinan, para ibu tak perlu panik. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mempercepat dan memperlancar persalinan. Menggunakan obat-obatan yang disarankan dokter untuk merangsang kontraksi rahim adalah salah satu di antaranya. Bagaimanapun, harus disadari bahwa obat-obatan kimia akan beresiko memberikan efek samping negatif di kemudian hari, bagi sang bayi ataupun ibu. Berbagai cara lain yang lebih alami bisa dilakukan para ibu, sebelum memilih obat-obatan sebagai jalan keluar untuk memperlancar persalinan.

Salah satu cara alami yang bisa dilakukan para ibu untuk mempercepat atau memperlancar persalinan adalah dengan merangsang puting. Stimulasi atau rangsangan yang diberikan pada puting dan bagian aerola (lingkaran hitam pada payudara) dipercaya akan membantu tubuh mengeluarkan hormone oksitosin. Hormon ini akan memberikan kontraksi awal pada rahim, sehingga proses persalinan bisa berjalan dengan lancar dalam waktu dekat.

Namun perlu diketahui, karena rangsangan yang diberikan akan langsung berpengaruh pada rahim, maka para ibu harus lebih waspada dalam mengenali kehamilan mereka. Rangsangan pada puting hanya disarankan pada mereka yang menjalani kehamilan normal dan sudah menginjak masa persalinan, di mana leher rahim mulai melunak dan siap menjalani pembukaan. Pemberian rangsangan ini tidak disarankan pada para ibu yang memiliki masalah dalam kehamilannya, maupun yang belum memasuki masa persalinan, demi menghindari persalinan prematur.

Bagaimana cara memberikan rangsangan pada puting agar tubuh menghasilkan hormon oksitosin?Rangsangan ini bisa diberikan berupa pijatan ringan, sentuhan, gosokan, atau gerakan melingkar di sekitar puting. Namun perlu diperhatikan, rangsangan harus diberikan menyeluruh dan merata pada daerah sekitar puting dan aerola (bagian hitam di sekitar puting), bukan hanya pada ujung puting. Hal ini dapat dilakukan dengan meletakkan telapak tangan di atas puting dan melakukan gerakan memutar dengan lembut namun kuat. Gerakan dapat dilakukan bergantian pada masing-masing puting selama 15 menit. Rangsangan secara bersamaan pada kedua puting perlu dihindari, agar tidak terjadi kontraksi berlebihan pada rahim. Pemberian rangsangan pada puting dapat dilakukan selama 1 jam, 3 kali sehari. Jika rangsangan ini mulai bekerja, para ibu juga harus lebih berhati-hati. Saat terjadi kontraksi, lebih baik rangsangan dihentikan, demi memberikan kesempatan pada tubuh untuk beradaptasi. Rangsangan juga harus dihentikan ketika kontraksi sudah terjadi 3 menit sekali.

Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa 37 persen calon ibu yang rajin melakukan rangsangan puting pra persalinan sudah siap melahirkan sang buah hati ke dunia dalam 72 jam berikutnya. Rangsangan pada puting tidak hanya berguna untuk memperlancar proses persalinan. Para ibu juga bisa menggunakannya setelah buah hati mereka lahir. Hormon oksitosin yang dilepaskan melalui rangsangan yang diberikan pada puting akan membantu mengembalikan rahim ke bentuk dan ukuran semula. Terlebih, rangsangan tidak hanya bisa dilakukan sendiri oleh calon ibu ataupun ibu baru. Para suami atau ayah pun bisa membantu memberikan rangsangan ini saat berhubungan seks, yang akan mempercepat sekresi hormone oksitosin, lebih-lebih jika sang ibu mampu mencapai orgasme yang akan memberi rangsangan lebih pada rahim.

0 komentar:

Post a Comment